Sebuah warisan leluhur sewajarnya di lestarikan oleh para generasi di bawahnya, sebuah peninggalan yang mampu memperkuat identitas setiap individu.

Busana dan Rias Pengantin Adat Solo

09. May, 2011

Busana Basahan Solo
Menurut tradisi Keraton Surakarta, busana yang di gunakan pada saat Upacara
Pernikahan adalah Busana Kampuh/dodot yaitu kain khusus sepanjang +/- 4,5 m yang
di hiasi taburan prada emas pada babaran kain nya, yaitu corak Alas- Alasan berwarna
hijau yaitu corak yang terdiri dari aneka satwa dan tumbuhan yang ada di rimba / hutan
seperti garuda (makna nya dapat meninggikan kedudukan raja), kura kura ( perlambang
dunia bawah/bumi) , ular ( perlambang air dan bumi), burung ( menggambarkan bahwa
manusia akan selalu kembali ke pencipta) , ayam jantan( symbol keberanian), gunung (symbol tempat bersemayamnya para dewa), gajah ( symbol kendaraan raja), harimau (symbol kewibawaan), kawung 9 simbol kesucian danumur panjang). Secara keseluruhan, Motif Alas Alasan bermakna kemakmuran dan kewibawaan.

Dahulu kampuh hanya boleh dikenakan oleh Raja, Putra Mahkota, Patih, dan Pangeran pada saat acara tertentu dan saat pernikahan (upacara Panggih). Namun seiring perubahan masa saat ini kampuh di perbolehkan di kenakan oleh khalayak masyarakat umum dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan turun temurun dari Keraton dan dengan tidak menghilangkan unsur tradisional dan makna yang terkandung di dalam filosofi kampuh itu sendiri.

Sebagai pelengkap kampuh, Pengantin Pria selalu menggunakan Kuluk yaitu penutup kepala yang memanjang keatas. Pada masa lalu warna Kuluk mencerminkan pemakai nya warna biru muda sekali di gunakan oleh Raja, biru muda oleh Pangeran Adipati, biru tua oleh sentana. Warna kuluk hitam di gunakan saat mengenakan busana kanigaran oleh Raja . Kelengkapan Busana Kanigaran/Beskap Taqwo pada dasarnya sama dengan busana dodotan hanya saja jika busana dodotan di kenakan tanpa baju, maka busana kanigaran / Taqwo di lengkapi busana baju sikepan beludru berwarna hitam.

Riasan Pengantin Wanita pada Busana Dodot Solo/Basahan Solo
Sanggul pengantin Solo Basahan di sebut sanggul bokor mengkurep yang di tutup oleh rajut melati dan pada sebelah kanan konde di sematkan melati tibo dodo dengan perhiasan kembang goyang diatas sanggul. Berbeda dengan riasan Solo Putri bagian dahi pengantin menggunakan paes warna hijau gelap.


Busana dan Rias Pengantin Solo Putri

Selain Busana Basahan Solo, juga ada Busana Pengantin Solo Putri juga merupakan busana pengantin yang di gunakan oleh sebagian besar masyarakat umum di luar Keraton. Pada Busana ini Pengantin Pria mengenakan beskap Sikepan beludru warna Hitam dengan bordir benang gim, Pengantin Wanita senada dengan Pengantin Pria mengenakan kebaya panjang selutut terbuat dari bahan beludru hitam. Kain batik yang di gunakan adalah kain batik Motif Sidomukti ( yang bermakna agar pasangan selalu bahagia dan disegani), motif Sido Asih( yang bermakna agar pasangan saling mengasihi dan mencintai) , Sido Mulyo ( agar menjadi pasangan yang di mulia kan oleh lingkungan sekitar).

Riasan pada Pengantin Solo Putri yaitu sanggul bokor mengkurep yang di tutup oleh rajut melati dan tibo dodo Bawang sebungkul, yaitu untaian melati yang berbentuk seperti kumpulan bawang dengan paes berwarna hitam.

Seiring dengan perubahan masa, saat ini busana Pengantin Tradisional Solo Putri telah mengalami perkembangan pada pemilihan warna dan jenis bahan untuk busana. Pada tata rias, sanggul dan perhiasan juga sedikit mengalami pergeseran dan penyesuaian namun dengan tanpa meninggalkan pakem dan makna filosofi yang terkandung seperti Paes, dan motif batik yang selalu di pertahankan.

Berikut ini beberapa Busana Pengantin Adat Solo Putri :
Beskap Sikepan Ageng

Beskap ini merupakan beskap yang di dalam nya di lapisi oleh kemeja yang memiliki kancing berjumlah 9 yang biasa nya berwarna emas/perak.

Beskap Sikepan Cekak
Beskap yang di dalam nya tidak di lapisi kemeja dan memiliki kancing yang menyamping dan berjumlah 6.


Beskap Langenharjan

Beskap yang menyerupai bentuk Jas model barat , di dalamnya di lapisi kemeja serta rompi dan menggunakan dasi kupu kupu

Beskap Atela
Beskap tutup yang memiliki kancing yang lurus dari atas ke bawah dan berjumlah 9.

Tinggalkan Komentar