Sebuah warisan leluhur sewajarnya di lestarikan oleh para generasi di bawahnya, sebuah peninggalan yang mampu memperkuat identitas setiap individu.

Malam Midodareni

20. Jun, 2011

Salah satu urutan acara adat Pernikahan Jawa adalah Midodareni, ada beberapa urutan acara pada Malam Midodareni dan akan kami coba jelaskan satu persatu.

Dimulai dengan makna Malam midodareni itu sendiri, yaitu malam sehari sebelum pernikahan yang berarti malam terakhir bagi calon Pengantin Putri sebagai remaja putri dan juga bermakna memohon berkah kepada Tuhan YME agar proses akad pada keesokan hari berjalan lancar dan  di percaya pada dahulu kala pada malam midodareni para bidadari turun dari khayangan dan turut memberi restu untuk pernikahan esok hari.

Pada malam midodareni ini Calon Pengantin Putri hanya di rias tipis tipis dan tanpa  mengenakan perhiasan setelah sebelumnya telah di rias dan di kerik oleh perias setelah melakukan siraman.

Calon Pengantin Putri berdiam di kamar pengantin di temani oleh sesepuh dan kerabat putri, biasa nya para sesepuh memberikan wejangan yang berguna bagi kelangsungan hidup berumah tangga sang calon pengantin.

Berikut adalah rangkaian upacara yang berlangsung pada saat malam midodareni:

1. Sesrahan

Calon Pengantin Putra (CPP)bersama keluarga nya datang ke kediaman calon pengantin wanita (CPW) mengenakan busana Jawa beskap landung/ surjan( untuk adat Jogja) tanpa keris. Rombongan I ini membawa seserahan untuk CPW berupa barang kebutuhan seperti busana, alas kaki, kosmetik, buah buahan, makanan. Sesrahan tidak sama seperti peningset dan bukan suatu keharusan melainkan tanda kasih ikatan kekeluargaan. Sesrahan tersebut di serahkan oleh wakil dari pihak CPP kepada ibu CPW dan untuk selanjutnya di  ke kamar pengantin

2. Tantingan

Pada acara ini, orang tua CPW mendatangi putri nya di kamar pengantin dan menanyakan mengenai kemantapan hati CPW untuk menikah pada keesokan hari. CPW akan menjawab kemantapan nya dan meminta kepada orang tua nya untuk di carikan sepasang kembar mayang untuk syarat pernikahan (upacara turun nya kembar mayang akan di jelaskan pada bagian tersendiri)

3. Jonggolan

Acara ini di artikan bahwa CPP menghadap calon mertua nya yaitu ayah CPW tujuan nya adalah untuk menunjukkan  jika CPP dalam keadaan sehat dan mantap untuk menikahi putrid mereka esok hari. Selama jonggolan CPP menjalani Nyantri yaitu di beri nasihat  dan wejangan dalm menjalani kehidupan rumah tangga. Petuah tersebut berupa Catur Weda (4 petunjuk) yang pada inti nya berisi tuntunan sebagai suami dan ayah, sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, sebagai masyarakat dan sebagai hamba Tuhan.

Pada malam Midodareni CPP tidak di perbolehkan untuk menemui CPW dan hanya boleh berada di beranda rumah dan hanya di suguhi air putih oleh ibu CPW

4. Upacara turun nya kembar mayang

Acara ini akan di jelaskan tersendiri

5. Angsul angsul

Upacara Midodareni diakhiri dengan pamitnya CPP beserta keluarga nya sesuai beramah tamah dengan keluarga CPW. Ibu CPW memberikan angsul angsul atau bingkisan balasan yang di serahkan kepada CPP dan tak ada ketentuan khusus mengenai jumlah dan jenis bingkisan yang di berikan, Ayah CPP memberikan Kancing Gelung yaitu busana yang di alan di kenakan oleh CPP pad saat akad nikah esok hari.

Terima kasih kepada Mba Sita dan Mas Ryan
Foto oleh Kebon Foto 43 Photography

Kategori | Blog · Tags:

Tinggalkan Komentar