Sebuah warisan leluhur sewajarnya di lestarikan oleh para generasi di bawahnya, sebuah peninggalan yang mampu memperkuat identitas setiap individu.

Upacara Tedak Siten

19. May, 2011

Upacara Tedak Siten atau di sebut juga Upacara Turun Tanah merupakan upacara tradisi masyarakat Jawa yang di adakan pada anak pertama dari pasangan suami istri. Tepatnya waktu diadakan upacara ini adalah saat sang anak berumur tujuh lapan (7x 38 hari) atau ketika anak mulai belajar berjalan. Makna dari upacara ini adalah untuk memperkenalkan anak untuk pertama kali nya pada tanah/ bumi dengan maksud agar kelak anak tersebut mampu untuk berdiri sendiri dan mampu untuk melewati segala tantangan dalam kehidupan nya.

Adapun jalan nya upacara ini akan kami jelaskan satu persatu
Kedua orang tua sang anak melakukan sungkeman kepada Eyang dan para sesepuh yang bertujuan untuk meminta restu agar sang anak beserta orang tua nya selalu di lindungi di berkahi oleh Allah SWT

Anak di bimbing/ di titah untuk menginjak kan 7 juwadah (ketan) warna warni yang berwarna : putih, merah, biru, kuning,ungu, hitam, jingga
Makna nya adalah agar anak mampu untuk menghadapi segala bentuk tantangan akan akan selalu muncul dalam kehidupan nya

Selanjutnya anak di naik kan ke tangga yang terbuat dari tebu merah hati ( tebu wulung)
Maknanya adalah agar sang anak memiliki ketetepan hati ( anteping kalbu) dalam mengejar cita cita nya dan tak gampang menyerah

Selanjutnya anak di masukkan kedalam kurungan ayam yang di dalam nya telah di masukkan beberapa benda seperti mainan ( contoh : anak laki :mobil mobilan, bola, alat musik,dll, anak perempuan : alat masak, stetoskop,dll) perhiasan, uang, kitab suci, buku, alat tulis.dll, Anak akan mengambil salah satu benda tersebut dan sebagai gambaran akan menjadi apa kelak jika sudah besar. Makna nya dari kurungan ayam ini adalah agar anak tersbut kelak akan masuk ke semua lingkungan masyarakat dengan baik dan dapat mematuhi segala aturan

Setelah itu anak di mandikan di bokor dengan siraman air bunga setaman dengan maksud anak tersebut nanti nya akan membawa nama harum bagi orang tua nya dan anak itu sendiri serta akan menjalani kehidupan yang bersih

Kedua orang tua sang anak memotong tumpeng slamet yang bertujuan agar nanti nya kehidupan anak beserta orang tua dan keluarganya akan selalu mendapt lindungan dari Allah SWT.
Setelah itu kedua orang tua menyebarkan beras kuning / empon empon berisi koin kepada para tamu yang hadir dengan maksud memberikan rezeki kepada orang lain.

Thank to : Keluarga Mba Keke dan Mas Eko serta Alkaysan

Kategori | Blog · Tags:

Tinggalkan Komentar